Minggu, 29 Januari 2017
Pelopor kebaikan
Jumat, 16 Desember 2016
Hikmah Dibalik Musibah
Saudaraku yang semoga selalu dirahmati Allah Ta'alaa..
Sebuah hiburan untuk Anda yang sedang tertimpa musibah. Mari kita simak perkataan yang indah dari Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullāh, ".....terkadang, anugrah Allāh turunkan bagi seorang hamba dalam bentuk musibah dan Allāh telah memberikan contoh dalam Al Quran."
Contoh yang dimaksud ialah kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam.
Nabi Yusuf 'alaihissalam, bagaimana dia bisa menjadi seorang Al Aziz, seorang menteri yang mulia di negeri Mesir? Jawabnya, ialah setelah melalui berbagai macam musibah.
Ternyata musibah-musibah yang datang beruntun tersebut merupakan anugrah dari Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, sehingga beliau bisa menjadi seorang menteri.
🔗 Musibah pertama, dipisahkan dari orangtuanya dimasukkan dalam sumur. Lalu, setelah itu ada orang menemukan Nabi Yusuf dalam sumur dan dikeluarkan.
🔗 Bukannya di selamatkan disuruh pulang ke rumah orang tuanya, ternyata dijadikan budak untuk dijual, musibah berikutnya.
🔗 Kemudian, setelah dia tinggal di Mesir, dirayu oleh permaisuri, akhirnya dituduh dan diapun di penjara, ini musibah berikutnya.
🔗 Kemudian, tatkala dia di penjara datang dua orang minta untuk ditafsirkan mimpinya. Salah satunya ditafsirkan akan dibunuh salah satunya ditafsirkan oleh Nabi Yusuf akan selamat.
Allāh Subhānahu wa Ta'ālā berfirman:
وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِنْهُمَا اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّكَ فَأَنْسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ فَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ
Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.” Maka setan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu, tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya." (QS Yusuf 42).
Ini musibah berikutnya.
Maksud Nabi Yusuf apa?Yaitu, semoga tatkala orang ini menyebutkan kebaikan-kebaikan Nabi Yusuf maka sang raja akan membebaskan Nabi Yusuf dan dikembalikan kerumah orang tuanya.
Ternyata Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menghendaki yang lain, Allāh menghendaki agar Nabi Yusuf menafsirkan mimpi sang raja ketika ditambah penjaranya bertahun-tahun tersebut.
Sang raja bermimpi:
إِنِّي أَرَى سَبْعَ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنْبُلاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ
"Saya telah melihat ada tujuh ekor sapi yang gemuk dimakan tujuh ekor sapi yang kurus kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh lainnya yang kering." (QS Yusuf: 43).
Orang yang pernah ditafsirkan mimpinya oleh Nabi Yusuf baru ingat tentang Nabi Yusuf adalah seorang penafsir mimpi.
Kemudian dihadirkan Nabi Yusuf untuk menafsirkan mimpi sang raja.
Tatkala itu nampaklah kemuliaan Nabi Yusuf 'alaihissalam, akhirnya Nabi Yusuf diangkat menjadi seorang menteri.
Lihatlah, bagaimana kemuliaan anugrah yang Allāh berikan kepada Nabi Yusuf, ternyata datang melalui berbagai macam musibah yang datang beruntun.
Di balik musibah bertahun-tahun tersebut ada karunia dan anugrah yang luar biasa, yaitu beliau diangkat menjadi seorang menteri.
Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.
Oleh karenanya, jika kita diberi musibah oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, maka bersabarlah dan berhusnuzhan bahwasanya:
"Dibalik segala musibah tersebut pasti ada kebaikan, ada hikmah yang terkadang kita ketahui dan terkadang tidak kita ketahui."
Selalu kita meminta kesabaran kepada Alloh Ta'alaa...
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Sumber :
Telegram.me/TausiyahBimbinganIslam
Rabu, 09 April 2014
Sebagaimana kalian, demikian pula pemimpin kalian
Mengapa kita sering membicarakan kejelekan pemerintah, namun melupakan kejelekan pribadi? Mengapa kita selalu mencela penguasa, dan tak pernah mencela berbagai penyimpangan kita? Sebenarnya, pemerintah adalah cermin rakyatnya.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu pernah ditanya oleh seseorang: “Mengapa saat Abu Bakar dan Umar menjabat sebagai khalifah kondisinya tertib, namun saat Utsman dan engkau yang menjadi khalifah kondisinya kacau? Jawab Ali: “Karena saat Abu Bakar dan Umar menjadi khalifah, mereka didukung oleh orang-orang seperti aku dan Utsman, namun saat Utsman dan aku yang menjadi khalifah, pendukungnya adalah kamu dan orang-orang sepertimu” [Syadzaraat Adz Dzhahab 1/51.].
Jumat, 28 Maret 2014
Menggunakan hak pilih dalam pemilu
Bismillah, walhamdulillah, was sholatu was salamu ala rosulillah, wa ala alihi wa shohbihi wa man waalaah.
Pemilu merupakan masalah besar yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat umum, masalah ini juga bisa dikategorikan dalam masalah “ma ta’ummu bihil balwa” atau perkara yang menimpa masyarakat luas, bahkan di beberapa negara yang dulunya tidak ada pemilihan umum pun, sekarang mulai memberlakukan aturan itu, walaupun hanya di beberapa lini pemerintahannya.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa masalah pemilu merupakan masalah penting, dan jawabannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Dan Alhamdulillah, masalah ini sudah dibahas oleh banyak ulama ahlussunnah, maka hendaklah kita merujuk kepada fatwa mereka, sebagai pengamalan kita terhadap firman Allah ta’ala:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Bertanyalah kepada ahli ilmu bila kalian tidak mengetahui!” (Annahl: 43)
Kamis, 24 Oktober 2013
Tatkala Ajal Menjemputmu…..!!!
Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ "Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu" (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 2/859)
Sabtu, 31 Maret 2012
Sikap Islami menghadapi kenaikan harga BBM
Jumat, 15 April 2011
KEUTAMAAN ILMU ATAS HARTA
1. Ilmu adalah warisan para nabi, sementara harta adalah warisan para raja dan hartawan.
2. Ilmu bisa menjaga pemiliknya, sementara pemilik harta harus menjaga hartanya.
3. Harta berkurang karena dinafkahkan, sementara ilmu semakin bertambah bila diberikan.
4. Orang yang mempunyai harta akan meninggalkannya apabila ia meninggal, sementara ilmu masuk ke dalam kubur bersama pemiliknya.




